Pionir Organik UGM 2024 Menggali Potensi IoT dalam Pertanian dan Perikanan Bersama PT Inamas Sintesis Teknologi

Yashila Alfiani. S August 19, 2024 2 minutes

Pada 31 Juli 2024, Pionir Organik Universitas Gadjah Mada mengadakan Seminar Pertanian dan Perikanan yang bertemakan tentang “Inisiatif Gen Z dalam Penggunaan Internet of Things (IoT) untuk Keberlanjutan Pertanian dan Perikanan di Indonesia”. Dalam kesempatan ini, Yosef Adhitya Duta Dewangga, S.T., M.Eng selaku Direktur Utama PT Inamas Sintesis Teknologi diundang sebagai narasumber yang membahas mengenai transformasi teknologi dibidang Pertanian. Kegiatan tentunya bertujuan untuk memberikan wawasan baru terhadap para Amarta Muda (Mahasiswa Baru Fakultas Pertanian) terkait teknologi canggih yang diterapkan PT Inamas Sintesis Teknologi dalam kemajuan pertanian di Indonesia.



Seminar ini dilaksanakan di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Selama acara berlangsung, seminar tersebut dipandu oleh Mesalia Kriska, S.P., M.Sc selaku Dosen Fakultas Pertanian. Maksud menjadikan Direktur Utama PT Inamas Sintesis Teknologi sebagai narasumber karena sebagai salah satu pemuda inspiratif yang turut berkontribusi dalam inovasi teknologi pertanian dan perikanan melalui Internet of Things (IoT). IoT sendiri dimaknai sebagai integrasi antara mesin dan manusia melalui internet untuk mendorong adanya pertukaran informasi. “Kami menerapkan indoor vertical farming yang lebih efisien dibanding pertanian tradisional maupun green house. Selain itu, kami juga mengembangkan sistem monitor otomatis MyLestari untuk membantu proses budidaya, standarisasi dan traceability menggunakan IoT” Ujar Yosef Adhitya Duta Dewangga S.T., M.Eng, Direktur Utama PT Inamas Sintesis Teknologi.



Menurut Yosef Adhitya Duta Dewangga S.T., M.Eng, transformasi teknologi melalui internet of things (IoT) perlu dilaksanakan untuk memaksimalkan potensi produksi di tengah krisis lingkungan dan sumber daya manusia. Sehingga, transformasi tersebut dapat memudahkan aktivitas pertanian dengan menggunakan teknologi. Dengan adanya seminar ini, tentunya Amarta Muda mendapatkan pandangan mengenai teknologi canggih dalam menghadapi berbagai krisis pada indonesia. Oleh karena itu, para Amarta Muda harus terus berinovasi agar dapat menjadi pionir teknologi, alam, dan ketahanan pangan di era digital farming.

0 Share