Proses magang tidak senantiasa memberikan sesuatu yang baru untuk dipelajari, tetapi pembelajaran yang telah diperoleh dapat didalami lebih melalui learning by doing yang dilakukan di bawah monitor orang-orang yang telah mastah di bidangnya. Pembelajaran itulah yang diintensikan kepada mentee Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) batch 5 di PT Inamas Sintesis Teknologi (INASTEK). Melalui MSIB di INASTEK, mentee diharapkan dapat mempelajari sekaligus menyelami ilmu praktis yang dibagikan selama proses dinamika bersama.
Pitching merupakan salah satu kegiatan yang termasuk dalam proses pembelajaran mentee MSIB batch 5 di INASTEK. Sedari awal tergabung menjadi bagian dari INASTEK, telah diberitahukan kepada mentee bahwa pitching akan menjadi agenda pembelajaran magang. Oleh sebab itu, mentee dari tiap project diharuskan untuk membuat pitch deck yang berisikan rancangan konsep kegiatan, meliputi tujuan, bujet, hingga capaian, yang ingin diaktualisasikan selama magang.
Namun, berdasarkan survei singkat yang dilakukan dengan 50 mentee, terdapat 30% mentee yang belum memahami benar konsep pitching hingga pitching day tiba. Salah satu mentee tersebut ialah Shafa Dharma, PPIC Intern, mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur. “Pertama kali mendengar pitching, aku kira (istilah) itu dimaksudkan sebagai pengenalan tentang perusahaan dan project yang akan dijalankan. Setelah dijelaskan, pitching ternyata kegiatan yang dilakukan untuk mempresentasikan rencana selama magang hingga keperluan untuk realisasinya,” jelas Shafa yang sempat menyalahartikan istilah pitching sebelumnya.
Sementara itu, berbeda dengan Shafa yang belum mengetahui arti pitching, mentee yang menduduki posisi Farming Application Engineer Intern yang bernama Ahmad Nurul Azis telah mengenal pitching lebih dulu. Mentee berlatar belakang nonbisnis itu bahkan dapat menjelaskan mengenai istilah tersebut, “Pitching adalah kegiatan yang bertujuan memaparkan ide atau gagasan yang akan dilakukan. Pemaparan tersebut diharapkan mendapat feedback dan kritik untuk menambah kematangan persiapan dalam pelaksanaannya.”
Persis seperti yang Azis paparkan, kegiatan pitching dilaksanakan pada Senin (2/10/23) lalu. Melibatkan panelis dari jajaran direksi dan mentor yang telah membimbing dalam pembuatan pitch deck, pitching day membuahkan hasil berupa tanggapan dan tambahan yang dapat menambah kesiapan pelaksanaan rencana program magang. Melalui pitching juga, mentee dari tiap project mempelajari sistematika kerja profesional yang memerlukan persiapan matang, seperti pitch deck, untuk dapat mengaktualisasikan agenda yang dirancang.
Dari perspektif Azis, pitching day tidak jauh berbeda dengan pandangannya. Pitching yang diselenggarakan telah memberikan manfaat dalam persiapan program yang koheren antara berbagai pihak. Artinya, mentee mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan project yang direncanakan bersama mentor untuk dilaksanakan selama magang, lalu panelis dapat memberikan masukan dan kritik untuk menyempurnakan gagasan yang dipresentasikan. Dengan demikian, pitch deck yang disiapkan dapat menjadi lebih baik untuk dieksekusi.
Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) bermitra dengan INASTEK dalam memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengenai dunia kerja, salah satu praktik yang telah dilakukan ialah pitching.
Bermitra dengan MSIB Kampus Merdeka, INASTEK menyelenggarakan pitching bersama 50 peserta magang terpilih untuk mendalami dunia kerja.