PT Inamas Sintesis Teknologi Berhasil Mengembangkan Teknologi Strawberry Plant Factory Pertama di Indonesia

Yashila Alfiani. S July 09, 2024 3 minutes

Seiring perkembangan pertanian yang semakin modern, PT Inamas Sintesis Teknologi sebuah start up dari Jogja telah berhasil mengembangkan pertanian stroberi dalam ruangan atau biasa disebut dengan Strawberry Plant Factory. Sistem ini merupakan sebuah inovasi cerdas dalam mewujudkan penerapan pertanian modern yang berkelanjutan. Sistem tersebut juga dirancang sebagai solusi atas tantangan global seperti perubahan iklim keamanan pangan, dan kebutuhan akan efisiensi penggunaan lahan. Keunggulan dari pegembangan Strawberry Plant Factory ini terletak pada sistem monitor otomatis bernama MyLestari. MyLestari merupakan salah satu produk rancangan INASTEK yang berfungsi memantau pertumbuhan tanaman dengan mengatur kondisi lingkungan seperti iklim mikro dan penjadwalan nutrisi secara otomatis.



Kelengkapan sistem pada Strawberry Plant Factory tentunya mempermudah dalam melakukan perawatan tanaman dan menciptakan buah stroberi berkualitas tinggi, Hal ini terbukti saat panen pertama mampu menghasilkan buah stroberi terbesar dengan berat 39,3 gram. Kategori buah stroberi terbagi menjadi empat jenis yang meliputi Grade S (>30 gram), Grade A (20-30 gram), Grade B (15-20 gram), dan Grade C (<15 gram). Dalam kesempatan panen ini, INASTEK mengajak Dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM untuk mencicipi dan menilai buah stroberi secara langsung. “Saya sangat gembira dengan ini karena mimpi saya selama studi S3 di Jepang akhirnya menjadi kenyataan. Ini juga rasa stroberinya enak dan manis.” ujar Dr. Affan Fajar Fallah, Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM.



Buah stroberi dengan berat 39,3 gram masih bisa dioptimalkan hingga mencapai 50 gram. Meskipun hasil panen tersebut sudah menunjukan hasil yang memuaskan, INASTEK akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut agar buah tersebut memiliki harga jual yang lebih tinggi. “Kegiatan panen ini merupakan perjalanan panjang dari riset kami dalam menumbuhkan komoditas stroberi dalam ruangan. Perusahaan kami terus bersemangat untuk bersinergi dalam berkolaborasi antara dunia industri dengan perguruan tinggi untuk menciptakan pertanian modern yang berkelanjutan,” Ujar Yosef Adhitya Duta Dewangga, CEO PT Inamas Sintesis Teknologi.



Salah satu bentuk kontribusi Fakultas Pertanian UGM dalam menggelorakan Spirit Smart Eco-Bio Production berencana membuat plant factory sejenis yang diwujudkan dalam bentuk komitmen lanjutan kolaborasi bersama PT Inastek dengan mengembangkan sistem smart farming tanaman buah stroberi. Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D menjelaskan bahwa teknologi Canggih seperti ini dikembangkan pada kampus supaya dapat menjadi tempat belajar bagi anak muda sehingga bisa meningkatkan ketertarikan terhadap bidang pertanian. Selain itu, mahasiswa dapat lebih memahami penggunaan IoT mulai dari proses penanaman, perawatan, panen hingga memahami sisi bisnis suatu komoditas. “Saya sangat mengapresiasi upaya-upaya PT Inamas Sintesis Teknologi dalam mrngembangkan teknik ini era saat ini kita mengalami keterbatasan lahan sehingga ada perubahan paradigma sistem pertanian berbasis lahan menjadi berbaisis teknologi” Ujar Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc, Ketua Senat Fakultas Pertanian UGM.

0 Share