Stroberi menjadi salah satu buah yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Di berbagai daerah, stroberi tidak hanya diproduksi untuk menjadi bahan baku industri tetapi juga menjadi ikon untuk wisata petik buah. Beberapa dataran tinggi di Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara menjadi sentra budidaya stroberi. Menurut data Badan Pusat Statistika (2024), Provinsi Jawa Barat merupakan produsen stroberi terbanyak yakni mencapai 280.892 kuintal. Daerah budidaya stroberi di Jawa Barat tersebar pada beberapa dataran tinggi seperti Ciwidey, Lembang, Sukabumi, dan Cianjur.
Di balik warna merah dan aromanya yang khas, stroberi membutuhkan tempat tumbuh yang spesifik. Stroberi tumbuh optimal pada ketinggian 1000-1500 mdpl dengan suhu udara 23-28 derajat Celcius pada siang hari dan 14-18 derajat Celcius pada malam hari. Kelembaban udara yang dibutuhkan stroberi adalah 80-90%. Pada kondisi tersebut, stroberi dapat melakukan fotosintesis dengan maksimal sehingga buah ini identik dengan suasana dingin dan berkabut. Stroberi juga dapat tumbuh pada kondisi panas, tetapi kondisi tersebut menghasilkan buah yang kecil dan masam. Oleh karena itu, budidaya stroberi dengan perpaduan iklim mikro yang sesuai akan menghasilkan rasa manis dan ukuran buah yang besar.
Sistem Indoor Farming untuk Stroberi
Inovasi pertanian yang semakin modern menciptakan teknologi bercocok tanam dalam ruangan atau dikenal indoor farming. Sistem ini sepenuhnya dikendalikan oleh manusia dan memudahkan seseorang bercocok tanam di lahan sempit dengan cuaca tidak menentu. Tanaman stroberi pada indoor farming dapat menerapkan sistem hidroponik substrat dan irigasi tetes untuk mempermudah budidayanya. Hidroponik substrat membuat akar tumbuh lebih bersih, sehat, dan pertumbuhannya lebih optimal karena nutrisi langsung diserap oleh akar. Di sisi lain, irigasi tetes akan mempermudah pemberian air maupun nutrisi tepat di akar tanaman.
Berbagai sistem yang digunakan dalam indoor farming menciptakan ekosistem buatan yang menggantikan peran alam. Di sistem indoor farming, kebutuhan cahaya matahari untuk fotosintesis dapat difasilitasi oleh alat berupa grow light. Durasi penyinaran dan spektrum cahaya lampu ini dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman. Stroberi juga membutuhkan suhu dingin dan kelembaban yang stabil sepanjang hari agar tumbuh seperti di habitat aslinya. Kebutuhan tersebut dapat difasilitasi oleh penggunaan AC untuk suhu dingin dan humidifier yang dapat menciptakan kabut halus untuk menjaga kelembaban udara. Adapun kebutuhan gas CO2 untuk proses fotosintesis dapat dibantu dengan injeksi gas CO2 dari tabung.
Kelebihan Sistem Indoor Farming
Teknologi indoor farming mulai banyak dilirik oleh petani muda, utamanya untuk meningkatkan produktivitas tanaman dengan harga jual tinggi seperti stroberi premium. Dengan menjalankan teknologi indoor farming, petani tidak perlu risau dengan perubahan iklim yang seringkali menjadi limit produksi tanaman. Kondisi mikroklimat yang stabil pada rangkaian sistem modern ini dapat mengoptimalkan siklus hidup dan proses fotosintesis pada tanaman sehingga menghasilkan buah stroberi yang lebih besar dan manis dengan hasil panen yang stabil dan berkelanjutan tanpa terpengaruh oleh perubahan iklim yang ada.
Kelebihan lain dari sistem indoor farming yakni tanaman dan buah yang dihasilkan menjadi lebih sehat karena kondisi steril dalam plant factory dapat menekan kehadiran hama dan penyakit tanaman. Petani pun dapat mencegah penggunaan pestisida yang dapat meninggalkan residu pada buah yang dikonsumsi. Selain itu, kombinasi dari berbagai sistem modern yang diterapkan membuat plant factory dapat berjalan secara otomatis dan dapat dipantau jarak jauh lewat smartphone sehingga bisa mengurangi biaya tenaga kerja yang dibutuhkan. Petani hanya bertindak sebagai operator sistem dan bisa lebih fokus pada perawatan fisik tanaman. Penggunaan irigasi tetes pada sistem hidroponik substrat juga dapat membuat penggunaan air lebih terukur dan efisien karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Tantangan Sistem Indoor Farming
Perkembangan inovasi dan teknologi tidak terlepas dari tantangan yang harus dihadapi penggunanya. Petani dituntut berpikir kritis dan analitis dalam mengkombinasikan beberapa sistem modern yang mendukung produktivitas plant factory. Sepanjang indoor farming berjalan, petani perlu memperhatikan jadwal maintenance sistem yang digunakan untuk meminimalisir terjadinya eror. Selain itu, butuh waktu panjang untuk mendapatkan kombinasi mikroklimat yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Di samping tantangan-tantangan yang telah disebutkan, kolaborasi sistem indoor farming yang tepat dapat menghasilkan produk yang sehat dan berkualitas sehingga meningkatkan daya jual di pasaran. Melihat dari sisi efisiensi, konsistensi, dan kemampuan adaptasinya, sistem indoor farming dapat menjadi opsi pertanian yang digemari di masa depan.
Sumber:
Badan Pusat Statistika. 2025. Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Provinsi dan Jenis Tanaman 2024. <https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/ZUhFd1JtZzJWVVpqWTJsV05XTllhVmhRSzFoNFFUMDkjMw==/produksi-tanaman-sayuran-dan-buah-buahan-semusim-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman----2022.html?year=2024>
Khammayom, N., N. Maruyama, and C. Chaichana. 2022. The effect of climatic parameters on strawberry production in a small salk-in greenhouse. Agriengineering 4:104-121.